Tag

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrohmanirrohiim

CINTA YANG HAKIKI

Sahabat ku yang semoga dirahmati Allah SWT, mari kita berusaha untuk meraih cinta-Nya. Karena;

=> Cinta itu sebenarnya milik hati, hanya hati lah yang bisa merasakannya.

Setiap manusia adalah pencinta, karena cinta memiliki hati masing-masing.

=> Dan hati hanya bisa hidup jika di isi dengan cinta, tanpa cinta manusia akan kehilangan makna hidupnya.

=> Kita mengenal ada tiga bentuk cinta dalam kehidupan ini;

1. “Cinta Erotik”

Cinta seperti ini hanya sebatas kecintaan pada lahiriah.

2. “Cinta simpati”

Dasar cinta yang sudah berubah, tidak hanya tertarik pada wajah, tetapi sudah bersimpati pada keindahan & kemurahan hatinya.

3. “Cinta Spiritual”

Kita sudah mencapai tahap pencurahan, memberi tanpa syarat, dan tak lagi merasa pedih dengan derita demi yang di cintai.

Cinta seperti ini sudah jauh meninggalkan jasmani, sudah sampai pada bagian terdalam batin.

=< Lantas mengapa hanya Allah yang berhak menerima cinta kita..??

Imam Al-Ghozali memberi lima alasan:

1. Manusia cenderung mencintai dirinya sendiri.

Kesadaran diri yang tumbuh dari cinta pada gilirannya akan mengantarkan manusia pada mencintai Allah SWT.

2. Manusia cenderung mencintai siapa yang berbuat baik kepadanya.

Jika dia sadar bahwa Allah SWT telah berbuat baik kepada dirinya sepanjang hayatnya, maka tak ada alasan baginya untuk tidak mencintai Allah SWT.

3. Manusia cenderung cinta pada kebaikan seseorang, kendati kebaikan itu bukan untuk dirinya.

Begitu juga dengan Tuhan sebagai sumber kebenaran, kebaikan, dan keadilan. Maka pantaslah DIA di cintai dari makhluk lainnya.

4. Manusia cenderung cinta pada hal-hal yang indah & bagus.

Cinta kita kepada Allah bukan karena dapat melihat-Nya dengan mata kepala kita. Melainkan dengan merasakan kehangatan & cinta-Nya dengan qalbu kita.

5. Manusia cenderung cinta dengan semua lingkungannya.

Karena Allah “sama” dengan manusia dalam hal dimensi Batiniah.

Sifat-sifat Allah secara potensial di miliki pula oleh manusia. Oleh karena itu, semakin mampu manusia mengaktualkan sifat-sifat Illahiah dalam dirinya, maka semakin dekat pula dengan Allah SWT.

Rosulullh SAW bersabda:

“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah terdapat manusia-manusia yang bukan Nabi & juga bukan syuhada, tetapi para “M”. Nabi & syuhada sendiri menginginkan keadaan seperti mereka”

=> Bagaimana cara kita menggapai cinta kepada Allah SWT?

Sedikitnya ada lima cara yang harus dilakukan, yaituu:

1. Membaca Al-Quur’an setiap hari.

Ibnu Mas’ud r.a berkata:

“Janganlah diantara kalian bertanya tentang cinta kepada Allah, tetapi tanyakanlah pada dirinya tentang cintanya kepada Al-Qur’an. Jika engkauu mencintai Al-Qur’an, maka engkau telah mencintai Allah. Dan seberapa cintamu kepada Al-Qur’an, maka seperti itu pula lah cintamu kepada Allah SWT”

2. Melepaskan dunia zuhud terhadapnya.

Zuhud adalah menolak dunia, bukan membencinya, tetapi melepaskannya dari hati. Biarkan dunia ada di tangan, jangan sampai ke hati kita.

3. Melepaskan Qiyamul-lail Allah SWT.

Menyebut sifat hamba-Nya yang sangat mencintai-Nya sebagai berikut:

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan akhir-akhir malam mereka memohon ampunan. (kepada Allah)” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

4. Membiasakan diri untuk bertafakur.

Di setiap saat, di mana saja, sejauh mata memandang, semuanya terdapat ayat-ayat Allah SWT.

Imam Ali bin Abi Thalib berkata:

“Tafakur sesaat lebih baik daripada ibadah setahun”

5. Membiasakan untuk selalu bersyukur.

Syukur adalah buah dari iman, dan rasa syukur yang paling tinggi adalah jika kita dapat menganggap setiap musibah sebagai suatu nikmat, dan setiap nikmat adalah suatu musibah.

=> Berikut ini ada Do’a dan Munajat Rosulullah SAW:

“Ya Tuhan kami, jadikanlah cintaku kepada-Mu sebagai sesuatu yang paling aku sukai, dan takut ku kepada-Mu sebagai rasa yang paling dalam. Putuskanlah segala keberuntungan dunia dariku , menggantikannya dengan perasaan rindu berjumpa dengan-Mu. Jika Engkau memberikan kepada kepada ahli dunia kesejukan harta mereka, maka jadikan lah kesejukan bagiku di dalam ibadah ku” Amiin…

Wallahu A’lam Bishshowab

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh