Tag

Asy Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Haidan

Menangis di saat berdzikir dan membaca Al-Qur’an adl sifat dari orang-orang yg arif dan syi’ar hamba-hamba Allah yg shalih.

Sebagaimana Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yg diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata: Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.

{Al-Isra: 107- 109} Imam Al-Qurthubi berkata tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :.

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.

Dalam hal ini Allah berlebihan dalam mensifati mereka sekaligus pujian buat mereka dan merupakan hal yg wajar bagi tiap muslim yg yg memiliki ilmu atau sedikit dari ilmu utk menggapai kedudukan semacam ini merasa khusyuk tunduk merendah diri ketika mendengar bacaan Al¬ Qur’an. Lalu beliau berkata bahwa ayat ini sebagai bolehnya menangis dalam shalat yang timbul dari perasaan takut kepada Allah.atau perbuatan maksiatnya dalam agama ini. Dan yang demikian itu tidaklah membatalkan atau mengurangi kesempurnaan shalat.

1.Abdul-’Ala At-Taimi berkata: Barang siapa yg memiliki ilmu dan tidak bisa membuatnya menangis maka patut dikatakan ia telah mendapat¬kan ilmu yg tidak bermanfaat baginya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyebutkan tentang sifat dari ahlul ilmu dalam AI- Qur’an:

Sesungguhnya orang-orang yg diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata: Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi .

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu.

{Al-Isra: 107- 109} Sesungguhnya apa yg didapati oleh seseorang dari perasaan gemetar pada hatinya air menetes dan tubuh yg merinding disaat mendengar ayat-ayat Allah atau dzikir yg masyru’ maka ini adl seutama-utama keadaaan yg telah disebutkan dalam Al-Kitab dan As Sunnah.

2.Allah berfirman:Allah telah menurunkan perkataan yg paling baik Al-Qur’an yg serupa {mutu ayat- ayatnya} lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yg takut kepada Tuhannyakemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dgn kitab itu Dia menunjuki siapa yg dikehendaki-Nya.

Dan Allah berfirman:`Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka maka mereka menyungkur dgn bersujud dan menangis.

Imam Al-Qurthubi berkata: Di dalam ayat ini terdapat bukti yg kuat bahwa ayat-ayat Allah punya pengaruh terhadap hati.

41. Ahkamul Qur’an karya Al Qurthubi

1/3412 Lihat Zadul Masir karya Ibnul Jauzi

5/98 Abdullah bin Ibrahim

3.Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah 22/5224 Ahkamul Qur’an 11/120.Dinukil dari buku : Air Mata Iman Kisah-kisah Salafus Shaleh saat Membaca Al Qur’an.