Tag

Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdil Hamid

Sesungguhnya orang-orang yg shiddiq dalam niatnya ikhlash dalam ilmunya memelihara amalannya mereka akan selalu terbimbing utk menjalankan kebenaran dan dijauhkan dari seluruh kejelekan dan kejahatan dalam beramal. Adapun orang-orang yg dihiasi dgn pakaian yg berlawanan dgn keadaan tersebut maka akan mendapatkan balasan yg setimpal dgn perbuatannya.

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin sesungguhnya pembicaraan tentang ilmu agama Allah ‘Azza wa Jalla adl pembahasan yg sangat besar dan luas. Tetapi wajib bagi kita memperhatikan perkara amal setelah kita berilmu.

Sebagaimana diriwayatkan dari para salafuna sholih radliyallaahu’anhum.

Ilmu adalah pohon buahnya adl amal .

Pohon tanpa buah apakah berfaedah dan memberikan kebaikan ? ataukah hanya berfungsi sebagai hiasan saja.

Luarnya menampakkan keindahan dan rahmat akan tetapi batinnya berada dalam ancaman adzab Allah ‘Azza wa Jalla.Demikianlah wahai kaum muslimin. Kita melihat mereka yg menyelisihi jalan yg ditempuh para ‘ulama. Jauh dari bimbingan kitabnya Dzat yg di atas samaa’ .

Jauh dari sunnahnya pemimpin Al Anbiya’ .Mereka dalam keadaan tidak bertambah sedikitpun ilmunya amalnya ketaatannya iltizamnya demikian juga dakwahnya.

Pada akhirnya kebenaran tenggelam akibat penyimpangan yg mereka lakukan. Tetapi ilmu agama Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa berkibar benderanya tinggi kedudukannya dan tegar bangunannya yg selalu dibawa para ahlul haq

{’ulama yg berpegang teguh di atas kebenaran Al Quran dan As- Sunnah}.

Tidak menutup kemungkinan bahwa kebenaran pada saat ini didasari pada banyaknya pengikut .. Atau dgn banyaknya pengikut itu menunjukkan bahwa mereka di atas kebenaran. Padahal sesungguhnya dalil seseorang berada di atas al haq adl hujjahnya.Keterangan seseorang di atas al haq adl dalil-dalilnya. Cahaya seseorang di atas al haq adalah kejelasannya.Dari sinilah meskipun jumlah ahlul haq sedikit tetapi mereka adl golongan yg paling kuat hubungannya dgn Allah ‘Azza wa Jalla. Karena mereka senantiasa mencari dan meminta pertolongan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Menyerahkan seluruh perbuatannya hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Ilmu amal ucapan dan keyakinan mereka sandarkan hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.Adapun selain ahlul haq sedikitpun mereka tidak bersandar di atas hukum Al-kitab dan As- sunnah.

Tetapi bersandar pada hawa nafsu perasaan semangat tinggi individualisme pemikiran guru/ ustadz/syaikhnya. Apabila telah datang bimbingan dari para ‘ulama ahlussunnah sedikitpun mereka tidak menoleh dan tidak pula mengangkat kepalanya utk menjalankannya.Ilmu robbani adl ilmu yg menghantarkan seorang hamba kepada robbnya.

Ilmu robbani adalah ilmu yg hanya bertujuan meraih keridhoan Allah Tabaroka wa Ta’aala. Dengan demikian jadikanlah keridhoan amalan dan perbuatanmu hanya utk mencari keridhoan Allah karena sesungguhnya keridhoan manusia tidak kekal selamanya dan akan berubah sedang ridho Alloh akan kekal selamanya. Apabila dikatakan oleh seseorang Ini adl perkara yg baik. Ada orang lain yg berkata Ini perkara baik dipandang dari segi demikian.

Berkata orang ketiga Ini adl perkara yg jelek. Berkata orang keempat Ini adl demikian dan demikian. Setiap orang akan berkata dan berkomentar dgn akalnya. Setiap orang akan berkata dan berkomentar dgn hawa nafsunya !! Apabila kita berselisih dalam suatu perkara. Kemana akan kita kembalikan ? Apakah kita kembalikan kepada dasar pemikiran dan akal ? Tidak demi Allah. Kita kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana Allah berfirman yg artinya: Apabila kalian berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lbh utama dan lbh baik akibatnya .

{Q.S.An Nisaa’ : 59}

Mustahil kita bisa mengembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam apabila kita berselisih padahal kita sebagai orang-orang yg mubtadiin.

Dengan kuatnya kita berpegang teguh dan mengembalikan kepada dasar pemikiran akal-akal kita. Dengan kuatnya kita ta’ashub kepada ucapan-ucapan kita dalam keadaan kita tidak tahu hukumnya secara syar’i.  Dalam keadaan kita tidak bisa memahami suatu hukum syar’i yg disebabkan cekak dan dangkalnya akal kita.

Maka bimbingan para ‘ulama adl sebagai perkara asas di dalam kita mengembalikan perselisihan di atas kebenaran Al-Quran dan As-Sunnah krn ‘ulama ahlussunnah adl golongan yg paling ‘alim dgn sunnah Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam. Para imam ahlul haq adl golongan yg paling ‘alim dgn al haq. Ini bukan perkara dusta dan dakwaan belaka tetapi merekalah orang-orang yg telah dipersaksikan keadilan ilmu kesabaran keistiqomahan dakwah dan iltizamnya kepada ilmu agama Allah dgn rentang waktu yg sangat panjang. Mereka adl para da’i kebenaran.Apabila kita memperhatikan pada saat ini orang-orang yg demikian jumlahnya sangat sedikit.

Ketika nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda :عليكم بالجماعة Tetaplah kalian di atas Al Jama’ah .Maka berkata Abdulllah bin Mas’ud radliyallahu’anhu : Al Jama’ah adl seseorang yg berada di atas kebenaran meskipun sendirian.”Seseorang yg berada di atas al haq maka dia itu adl Al Jama’ah meskipun ia sendiri.Maka janganlah kalian terkecoh dgn ketenaran nama-nama. Gemerlapnya harta dunia. Jadilah kalian orang-orang yg selalu dihiasi dan berdiri di atas ilmu berdakwah kepada dan dengannya. Dan itu semua harus di atas dasar ikhlash dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.Apabila telah jelas atas kita wahai saudara-saudaraku kaum muslimin seluruh asas dan kaidah tersebut di atas maka kita pasti mengetahui hakikat ilmu agama Allah dan hakikat ‘ulama.

Demikian juga kita pasti mengetahui orang-orang yg menyelisihi ilmu agama Allah dan para ‘ulama.Dengan ilmu agama Allah kita akan mengetahui bisikan syaithon yg selalu menjerumuskan kepada jalan kesesatan. Dengan ilmu agama Allah kita akan menjadi orang-orang yg siap membunuh syubhat dan syahwat.

Akan tetapi apabila tidak jelas asas dan kaidah tersebut atau kita menjadi golongan yg buta dan tuli maka kita akan menjadi orang-orang yg sesat merugi dan celaka !Wajib bagi kita utk selalu berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar senantiasa istiqomah di atas al haq.

Dan ini yg diajarkan oleh Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam. Beliau adl seorang rasul. Beliau meminta dan berdo’a kepada Allah agar senantiasa berada di atas jalan yang lurus. Beliau adl sebagai qudwah hasanah yg sempurna. Maka seyogyanya bagi kita lbh muhasabah diri dalam mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jangan sekali-kali kita menyimpang dari contoh yg telah beliau shallallahu’alaihi wasallam ajarkan disebabkan oleh perasaan semangat tinggi individualisme syubhat dan syahwat. Wajib bagi kita bersungguh-sungguh dgn sekuat kemampuan utk mengembalikan seluruh amalan di atas dasar ikhlash dan mutaba’ah .

Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla yg artinya : Dan orang yg berjihad utk Kami benar benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yg berbuat baik .

Demikian juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam:المجاهد من جاهد هواه في ذات الله Seorang mujahid adl mereka yg berjihad utk memerangi hawa nafsunyadalam rangka menuju Dzat-nya Allah .

{HR. Ahmad juz IV/102 Abu Dawuud juz V/5-6 no. hadits 4597 Ad Daarimi juz II/314 dan yg lainnya dgn lafadz yg berbeda. Hadits shohih lihat mauqif juz I/49 oleh Syaikh Ibrohim ArRuhaily}.