Tag

Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya.

Pegangan ini yang akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang baik.
Dan kebahagiaan yang hakiki di alam Akhirat nanti.

Allah Berfirman:

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang lebik baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”

(An-Nahl:37)

Hakekat Tauhid dan Kedudukannya.

Di Firman Allah.
“Dan Aku menciptakan jin dan menusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU”
(Surat Adz-Dzariyat:56)
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):’Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu”.

1.Beribadah ialah penghambaan diri kepada Allah.SWT. dengan menaati segala PerintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulluah Saw. Dan inilah hakikat agama Islam, karena Islam maknanya ialah menyerahkan diri kepada Allah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepadaNYA dengan penuh rasa rendah diri dan cinta.
Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun bathin, yang dicintai dan di Ridhoi Allah. Dan suatu amal diterima oleh Allah sebagai suatu ibadah apabila diniati ikhlas, semata-mata karena Allah;dan mengikuti tuntunan Rasullah Saw.
2.Thaghut ialah setiap yang diagungkan -selain Allah- dengan disembah, ditaati, atau dipatuhi: baik yang diagungkan berupa benda, batu, manusia, setan (jin).
Menjauhi thaghut; mengingkarinya, membencinya; tidak menyembah dan memujanya baik dalam bentuk apapun dengan cara apapun.

(An-Nahl:36)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain DIA dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau dua-duanya sampai sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu membentak mereka dan ucapankanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:’Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
(Al-Isra’:23-24)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNYA dengan sesuatupun (berbuat syirik).
(An-Nisa:36)
“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhan-MU, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang (ibu bapak),
dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, beik nampak diantaranya meupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya).
3. Berbuat syirik: memperlakukan sesuatu -selain Allah- sama dengan Allah dalam hal yang merupakan hak khusus bagiNYA.
melainkan dengan sesuatu (sebab)yang benar”.
Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfa’at, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat, dan bahwa(yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKU yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu kepadaNYA. yang demikian itu diperintahkanAllah kepadamu agar bertakwa”.
(Al-An’am 151-153)
Ibnu Mas’ud berkata :”Barang siapa yang ingin melihat wasiat Muhammad Saw, yang tertera diatasnya cincin stempel milik beliau, maka hendaklah dia membaca firman Allah SWT: “Katakanlah (Muhammad);”marilah kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu berbuat syirik kepadaNYA dst. sampai pada firmanNYA”Dan (kubacakan); “Sungguh inilah jalanKU berada dalam keadaan lurus dst.

Mu’adz bin Jabal,menuturkan:
“Aku pernah dibonceng Nabi Muhammad Saw diatas seekor keledai. Lalu beliau bersabda “Hai Mus’adz, tahukah ,kamu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hambaNYA dan apa hak para hamba yang yang pasti dipenuhi oleh Allah?”
“Aku menjawab?:”Allah dan RasulNYA lebih mengetahui.”
“Beliaupun bersabda: “hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hambaNYA ialah supaya mereka beribadah kepadaNYA saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNYA; sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah adalah:
bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNYA.”
“Aku bertanya: Ya Rasullah, tidak perlukah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang?”
“Beliau menjawab:”Janganlah kamu menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka sehingga mereka nanti akan bersikap menyadarkan diri.”
(Hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim dalam Shohih mereka).
4.Atsar ini diriwayatkan At-Tirmidzi,Ibnu Mundzir dan Ibnu Abi Hatim.