Tag

MAKRIFAT

MAKRIFAT IALAH :

Mengenal Allah SWT. pada Zat-nya, pada Sifat-nya, pada Asma’nya dan pada Af’al-nya.

  • AWALUDIN MA’RIFATTULLAH Artinya: Awalan Agama Mengenal ALLAH
  • LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya : Tiada Syah Shalat Tampa mengenal ALLAH
  • MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya : Barang siapa yang meliat Dirinya sendiri seperti kita bercermin maka kita kan meliat (mengenal) ALLAH, dan kita akan merasakan bodo di hadapan Nya.
  • AL INSANNU SRRI WA ANNA SIRRUHU Artinya : Manusia itu adalah rahasiaku dan Akulah rahasianya
  • WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya : Aku ada didalam jiwamu mengapa kamutidak meliahat.
  • WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya : Aku Lebih dekat dari urat nadi lehermu
  • LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya : Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak meliahatnya lebih dahulu

Inti mengenal Makrifat atau Ajaran

Dalam Wirid Hidayat Jati, makrifat yang di diajarkan adalah wejangan yang berasal dari delapan wali dari tanah Jawa, yang sudah dikumpulkan menjadi satu. Isinya bersumber dari intisari firman Allah SWT yang dijelaskan dalan hadis Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidina Ali r.a melalui telinga kirinya.
Dzat dan Rumah Tuhan
Ajaran pertama tentang Dzat dan singgasana Tuhan. Ajaran tersebut terbagi menjadi delapan bagian, yaitu sebagai berikut :

1. Adanya Dzat
Sesungguhnya tidak ada apa-apa, karena pada waktu masih keadaan kosong, belum ada sesuatupun. Yang ada hanyalah Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku. Akulah hakikat Dzat yang Maha Suci, yang meliputi sifat-Ku, yang menyertai Nama-Ku, dan yang menandai perbuatan-perbuatan-Ku.

2. Kejadian Dzat Sesungguhnya, Aku adalah Dzat yang Maha Kuasa, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu. Terjadi dalam seketika, sempurna dari Kodrat-Ku. Pertama kali yang Aku ciptakan adalah sebuah pohon bernama Sajaratul Yakin (pohon kehidupan). Pohon itu tumbuh dialam Adam Makdum (kosong hampa) yang azali dan abadi. Setelah itu Aku ciptakan Cahaya Bernama Nur Muhammad (cahaya yang terpuji), kemudian cermin bernama Mir’atul Haya’i (kaca wira’i), nyawa yang disebut Roh Idhafi (nyawa yang jernih), pelita yang bernama Kandil (lampu tanpa api), pemata yang bernama Dzarrah (permata), dan Jalal (keperkasaan) yang disebut Hijab (dinding jalal atau penutup), yang menjadi sekat bagi penampakan-Ku.

3. Uraian Tentang Dzat Sebenarnya manusia itu adalah Rahsa-Ku dan Aku ini adalah rahsa manusia karena Aku menciptakan Adam dari empat unsur yaitu : tanah, air, api, dan udara. Keempat unsur itu adalah perwujudan dan Sifat-Ku. Kemudian Aku masukkan kedalam tubuh Adam lima macam mudzarrah, yaitu : nur, rahsa, ruh, nafsu, dan budi yang merupakan diding yang menghalangi Wajah-Ku yang Maha Suci.

4. Susunan dalam Singgasana Baitul Makmur Sesungguhnya Aku mengatur singgasana dalam Baitul Makmur, yaitu rumah tempat kesukaan-Ku. Tempat itu berada dalam kepala Adam. Dalam kepala itu ada otak, dalam otak itu ada manik, dalam manik ada budi, dalam budi ada nafsu, dalam nafsu ada sukma, dalam sukma ada rahsa, dalam rahsa ada Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku, Dzat yang melipti semua keadaan.

5. Susunan dalam Singgasana Baitul Muharram Sesungguhnya Aku mengatur singgasana berada dalam Baitul Muharram, yaitu rumah tempat pengingat-Ku. Tempat itu ada di dalam dada Adam, di dalam dada itu ada hati, di dalam hati itu ada jantung, di dalam jantung itu ada budi, di dalam budi itu ada jinem (angan-angan), di dalam jinem itu ada sukma, di dalam sukma itu ada rahsa, di dalam rahsa itu ada Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku, Dzat yang meliputi semua keadaan.

6. Susunan dalam Singgasana Baitul Muqaddas Sesungguhnya Aku mengatur singgasana di dalam Baitul Muqaddas. Itu adalah rumah, tempat yang Aku sucikan. Berada dalam kontholnya (kelamin) adam, dalam kelamin itu ada prinsilan (buah pelir), di antara prinsilan itu ada nathfah yaitu mani, dalam mani itu ada madzi, dalam madzi itu ada wadi, dalam wadi ada manikem, dalam manikem itu ada rahsa, dalam rahsa ada Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku, Dzat yang meliputi semua